U Make it Easy as 1,2,3,4

1 Think, 2 Do, 3 Words, 4 You….. I am Happy

How 2 Memindahkan atau Me-rename Datafile ??? March 25, 2009

Filed under: Oracle10g — Princess Frog @_@ @ 4:22 AM

masih igt gak seputar data file yg berada pada direktori yg sama kudu dipindahin .. nah ini ada sekilas tentang hal2 tersebut… dari yg aku tau sich ya….

Kadang kita perlu memindahkan datafile dari satu tempat (disk/file system/directory/drive) ke tempat yang lainnya. Atau kadang juga kita perlu me-rename datafile karena ada salah ketik waktu membuatnya. Baik memindahkan file dari satu tempat ke tempat lain, maupun merename datafile di tempat yang sama, intinya adalah sama saja.

Misalkan kita ingin memindahkan/me-rename datafile dari ‘/oradata/oracle/ts/users01.dbf’ ke ‘/oradata/oracle/ts/users02.dbf’

Pada database yang NOARCHIVELOG:

1. Shutdown database

SQL> shutdown immediate

2. Pindahkan/move/rename datafile. Di Windows bisa pakai Windows explorer. Di unix gunakan command ini:

mv /oradata/oracle/ts/users01.dbf /oradata/oracle/ts/users02.dbf

3. Startup mount database

SQL> startup mount

4. Rename datafile di level database

SQL> alter database rename file ‘/oradata/oracle/ts/users01.dbf’
to ‘/oradata/oracle/ts/users02.dbf’;

5. Setelah itu, open database

SQL> alter database open;

Pada database yang ARCHIVELOG:

1. Tidak perlu shutdown database. Cukup offline-kan datafile yang bersangkutan

SQL> alter database datafile ‘/oradata/oracle/ts/users01.dbf’ offline;

2. Pindahkan/move/rename datafile. Di Windows bisa pakai Windows explorer. Di unix gunakan command ini:

mv /oradata/oracle/ts/users01.dbf /oradata/oracle/ts/users02.dbf

3. Rename datafile di level database

SQL> alter database rename file ‘/oradata/oracle/ts/users01.dbf’
to ‘/oradata/oracle/ts/users02.dbf’;

4. Setelah itu, recover datafile yang telah di-rename tersebut

SQL> recover datafile ‘/oradata/oracle/ts/users02.dbf’;

5. Terakhir, online-kan datafile yang telah di-rename tersebut

alter database datafile ‘/oradata/oracle/ts/users01.dbf’ online;

Pada metode pertama di atas (untuk database NOARCHIVELOG), mau tidak mau database tersebut tidak bisa diakses karena harus di-shutdown dulu (ada downtime).

Sementara pada metode kedua (untuk database ARCHIVELOG) database masih bisa diakses (baik query maupun transaksi), kecuali data (bytes) yang secara intrinsik disimpan di datafile tersebut tidak bisa diakses. Misalkan datafile diatas adalah milik tablespace USERS, dan tablespace USERS punya dua datafiles; maka data yang secara intriksik ada di datafile lain (bukan yang di-offline-kan tersebut) masih bisa diakses.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s